Selasa, 23 Agustus 2011

MENCARI MALAM LAILATUL QADAR

Diriwayatkan dari Nabi SAW bahwa malam ‘Lailatul Qodr’  terjadi pada malam tanggal 21, 23,25,27,29 dan akhir malam bulan Ramadhan. Imam al Iraqi telah membuat suatu risalah khusus yang diberi judul Syarh Shadr Bidzkri Lailatul Qadar yang membawakan perkataan para ulama seperti:Imam Syafe’i berkata:” Menurut pemahaman ku wallahu’alam, carilah dimalam-malam tersebut (maksudnya malam sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan)“. Pendapat yang paling kuat terjadinya malam lailatul qadar adalah terjadi pada malam terakhir bulan ramadhan, berdasar hadits ‘Aisyah RA, dia berkata:” Rasulullah SAW beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan ramadhan dan beliau bersabda:”Carilah malam lailatul qadar di(malam ganjil) pada sepuluh hari sisanya” (HR:Bukhori 4/255 dan Muslim1169).
Waktu Lailatul Qodr?
Jika seseorang merasa lemah dan tidak mampu, jangan sampai terluput dari tujuh hari terakhir. Riwayat Umar RA dia berkata:”Rasulullah bersabda: Carilah di sepuluh hari terakhir, jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya” (HR. Bukhari4/221 dan Muslim1165).
Telah diketahui dalam sunah, pemberitahuan ini ada karena perdebatan para sahabat. Dari Ubadah bin Shamit RA berkata:” Rasulullah keluar pada malam lailatul qadar, dan ada dua orang sahabat berdebat, beliau bersabda:”Aku keluar untuk mengkabarkan kepada kalian tentang malam lailatul qadar, tetapi fulan dan fulan berdebat hingga lama hingga tidak tahu lagi lailatul qadar terjadi, semoga ini lebih baik  bagi kalian, maka carilah pada malam 29,27,25” (HR:Bukhori 4/232).
Kesimpulannya:Jika seseorang muslim mencari malam lailatul qadar, carilah pada malam ganjil sepuluh hari terakhir yaitu 21,23,25,27 dan 29, jika tidak kuat, carilah pada tujuh hari terakhir yaitu 25, 27, 29.    Wallahu’alam.
Dari ‘Aisyah RA berkata:”Adalah Rasulullah ber’itikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan dan beliau berkata: “Selidikilah malam lailatul qadar pada tanggal ganjil 10 hari terakhir bulan Ramadhan“.
Fadhilah Lailatul Qodr:
Bagaimana Mencari Malam Lailatul Qadar? Sesungguhnya malam yang diberkahi ini seperti hadis berikut:” Barang siapa yang diharamkan untuk mendapatkannya, maka sungguh telah diharamkan kebaikan (baginya).Dan tidaklah diharamkan kebaikan itu, melainkan bagi orang yang diharamkan untuk mendapatkannya. Oleh karena itu dianjurkan  berbuat ketaatan kepada Allah untuk  menghidupkan malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah, maka dengan demikian maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu“.(HR Bukhori4/217 dan Muslim759).
Raulullah SAW bersabda:”Barang siapa berdiri (sholat) pada malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu. (HR:Bukhori dan Muslim).
Do’a Lailatul Qodr:
Disunahkan untuk memperbanyak do’a pada malam tersebut. Telah diriwayatkan dari Sayyidah ‘Aisyah RA dia berkata:”Aku bertanya,  Ya Rasulullah, apa pendapatmu jika aku tahu kapan malam lailatul qadar (terjadi) dan apa yang aku ucapkan?”, beliau menjawab:
“ALLAHUMA INNAKA’AFFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FUA’ANNII
arti: Ya Allah, Engkau maha pengampun dan mencintai orang yang meminta ampunan, maka ampunilah aku“.
(HR: Tarmidzi 3760, Ibnu Majah 3850. Semoga Allah memberkahi kita dan memberi taufiq kepada kita untuk menta’ati Nya.
Rahasia malam ‘Lailatul Qodr:
Malam ‘Lailatul Qodr’ memiliki makna yang sangat dalam bagi peri kehidupan seorang mukmin baik laki maupun wanita. Di malam ini, Allah memberikan satu model keseimbangan sistem kehidupan.
Sejak pertama kali Allah SWT menciptakan manusia, sampai zaman Rasulullah SAW dan sampai menjelang hari berbangkit / kiamat, salah satu parameter sistem kehidupan yakni Usia Manusia Hidup telah Allah kehendaki secara seimbang. Dan memang Allah menciptakan seluruh Alam Raya ini secara seimbang.
Usia Manusia dulu, sampai kini akan bertemu di Rahasia malam ‘Lailatul Qodr’ ini.
~~~~~
Wallahu a’lamu bish-showwaab…
http://pakarfisika.wordpress.com/2008/09/17/rahasia-malam-lailatul-qodr/









DOA LAILATUL QADAR

http://www.ruqyahcenter.com/baca.php?hal=3&id=32&jdl=DOA%20DI%20MALAM%20LAILATUL%20QADAR

Imam At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan yang lainnya telah meriwayatkan dari Ummul mu’minin Aisyah ? beliau berkata : aku bertanya wahai Rasululloh jika aku telah mengetahui kapan malam lailatul qodar itu, maka apa yang aku katakan pada malam tersebut? Beliau menjawab : katakanlah

??????????? ?????? ??????? ??????? ????????? ??????? ??????

“ya Alloh sesungguhnya engkau Maha pemaaf, engkau senang memaafkan kesalahan maka maafkanlah aku.”

Doa yang barokah ini sangat besar maknanya dan mendalam penunjukannya, banyak manfaat dan pengaruhnya, dan doa ini sangat sesuai dengan keberadaan malam lailatul qodar. Karena sebagaimana disebutkan di atas malam lailatul qodar adalah malam dijelaskan segala urusan dengan penuh hikmah dan ditentukan taqdir amalan-amalan hamba selama setahun penuh hingga lailatul qodar berikutnya. Maka barangsiapa yang dianugerahi pada malam tersebut al ‘afiyah ( kebaikan ) dan al’afwa ( dimaafkan kesalahan) oleh Robbnya maka sungguh dia telah mendapat kemenangan dan keberuntungan serta kesuksesan dengan sebesar-besarnya. Barangsiapa yang diberikan al afiyah di dunia dan di akherat maka sungguh dia telah diberikan kebaikan dengan seluruh bagian-bagiannya. Dan tidak ada yang sebanding dengan Al ‘afiyah tersebut.

Imam Al Bukhori telah meriwayatkan dalam Adabul Mufrad, dan At Tirmidzi dalam As Sunan dari Al-Abbas bin Abdil Muthollib ? beliau berkata : aku berkata wahai Rasululloh, ajarkan sesuatu (doa) yang aku gunakan meminta kepada Alloh , Rasululloh menjawab : mintalah kepada Alloh al ‘afiyah, maka pada suatu hari aku berdiam diri kemudian aku datang lagi pada Rasululloh aku katakan : wahai Rasululloh ajarkan kepadaku sesuatu yang aku gunakan meminta kepada Alloh, maka beliau berkata kepadaku : “wahai Abbas, wahai pamannya rasullulloh mintalah kepada Alloh al ‘afiyah didunia dan di akherat.”

Imam Bukhori meriwayatkan dalam Adabul Mufrad, dan At Tirmidzi dalam As-Sunan dari Anas bin Malik ? bahwasannya beliau berkata : telah datang kepada nabi seseorang yang berkata : wahai Rasullulloh doa apa yang afdhol? Beliau menjawab: mintalah kepada Alloh al ‘afwa wal ‘afiyah ( ampunan dan kebaikan ) didunia dan akherat. Kemudian orang tersebut datang di hari besoknya sembari berkata : wahai nabiyulloh doa apa yang afdhol? Beliau menjawab : mintalah kepada Alloh al ‘afwa wal ‘afiyah ( ampunan dan kebaikan ) didunia dan akherat, maka apabila kamu di beri al ‘afiyah di dunia dan akherat berarti sungguh kamu telah mendapat kemenangan.”

Imam Bukhori meriwayatkan dalam Adabul Mufrad dari Ausath bin Ismail beliau berkata : aku telah mendengar Abu Bakar Ash Shiddiq ? berkata setelah meninggalnya Rasullulloh : ” Nabi pernah berdiri pada tahun pertama di tempat berdiriku ini kemudian Abu Bakar menangis lalu berkata : wajib bagi kalian untuk jujur, karena dia bersama dengan kebaikan, dan keduanya berada di surga. Dan tinggalkan dusta karena dia bersama dengan kejahatan yang keduanya di neraka. Mintalah kepada Alloh al-mu’afah (saling memberi maaf), karena tidak ada yang datang setelah al yakin yang lebih baik dari pada al-mu’afah. Janganlah kalian saling memutus hubungan, dan jangan saling membelakangi, saling hasad, saling membenci, dan jadilah kalian hamba-hamba Alloh yang bersaudara.

Untuk ini sesungguhnya termasuk kabaikan bagi seorang muslim untuk memperbanyak doa yang barokah ini disetiap waktu dan dimanapun terlebih dimalam lailatul qodar yang akan dijelaskan segala urusan dengan penuh hikmah dan ditentukan taqdir dan hendaknya seorang muslim mengetahui bahwasannya Alloh Maha mengampuni lagi Maha mulia lagi Maha pemurah yang senang memberi maaf.

“Dan dialah yang menerima Taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan- kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (As Syura : 25)

Dan Alloh senantiasa terus dan tiada henti hentinya dikenal sebagai dzat yang suka memaafkan kesalahan-kesalahan dan disifati dengan pemberi ampunan. Setiap orang sangat membutuhkan kepada pemberian maaf-Nya dan ampunan-Nya. Janganlah seorang merasa tidak butuh dari keduanya. Sebagaimana dia senantiasa membutuhkan rahmat serta kasih sayang-Nya. Maka kita memohon kepada-Nya untuk memasukkkan kita kepada golongan yang dia maafkan dan menjadikan kita termasuk golongan yang dirahmatinya. Dan agar kita diberikan kemudahan dan kemampuan untuk mentaatinya. Semoga Alloh berikan petunjuk kita kepada jalan yang lurus. (Amin Yaa Rabbal ‘alamin Wal Hamdulillah ‘ala kulli ni’matihi.Pent). dikutip dari kitab Fiqhul Ad’iyyah wal adzkar karya Syaikh Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al-Badr. Hal 265 – 269. Alih Bahasa : Al Ustadz M. Rifai.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar